iklan
DaerahEkonomiHukumNasionalPemerintahPolitikSosial

DPW LSM GMBI Sultra Siap Kawal Sidang TKBM Bungkutoko Di PN Kendari

Dengar Audio

Kendari CahayaSultra.Com – Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Provinsi Sulawesi Tenggara menghadiri sidang ke-II (kedua) Koperasi Tunas Bangsa Mandiri (TKBM) dengan legalitas sebagai kuasa pendamping pada pihak tergugat di Pengadilan Negeri Kendari. Rabu (05/07/2023).

 

Permasalahan yang terjadi dalam kepengurusan internal Koperasi Tunas Bangsa Mandiri merupakan hal yang tidak lazim lagi bagi masyarakat Sulawesi Tenggara, tentu ini menjadi perhatian besar bagi pemerintah terkait dalam hal ini Dinas Koperasi Provinsi Sulawesi Tenggara dan Kementerian Koperasi Republik Indonesia yang memang seharusnya menjadi bagian dari pada proses penyelesaian yang terjadi di salah satu internal perusahaan bongkar muat Koperasi Tunas Bangsa Mandiri yang ada di Bungkutoko Kota Kendari.

 

Dengan adanya polemik pengambil alihan jabatan atau kudeta sepihak kepengurusan Irwan dan Syarifudin oleh salah satu pengurus yang sudah dinyatakan dipecat merupakan hal yang mustahil terjadi, tentu ini menjadi sebuah pertanyaan besar mengapa pemerintah terkait bungkam soal kisruh ini.

 

Ketua LSM GMBI Provinsi Sulawesi Tenggara Muh.Ansar.s dengan sangat tegas menyayangkan dengan adanya kudeta sepihak padahal sudah nyata anggota koperasi tersebut telah dipecat oleh pimpinannya.

 

“Kemudian pihak yang telah dipecat tersebut melakukan rapat luar biasa pembentukan kepengurusan baru dengan menggunakan legalitas dan nama Tunas Bangsa Mandiri padahal secara AD/ART sudah tidak sesuai dan melanggar aturan koperasi” tambahnya.

 

Lebih Lanjut, Ansar juga menjelaskan, bahwa saat ini kami tetap mengawal proses persidangan pihak tergugat Irwan, Syarifudin dan Junudin sehingga mendapat keadilan dan semoga para Hakim-hakim selalu amanah dan Objektif dalam setiap pengambilan keputusan ketika tibanya Penetapan Keputusan Benar dan Bersalahnya pihak Penggugat dan Tergugat Nanti Tegasnya

 

“Pada sidang Ke- II tadi, kami mendampingi klien dan tentu ini menjadi tanggung jawab kami selaku Ketua LSM GMBI yang menerima apa yang dikuasakan oleh pihak tergugat dan tentunya LSM GMBI akan tetap menjadi Garda terdepan dalam membela hak-hak siapapun yang dirampas paksa dengan cara-cara yang tidak etis dan salah apalagi melanggar aturan-aturan yang ada” Tegasnya

 

Sidang dimulai sekitar pukul 16.00 sore dan didampingi oleh beberapa Lembaga Eksternal, DPW LSM GMBI Sultra, DPD LIN Sultra, dan sejumlah Media cetak, online dan TV sempat hadir juga di Pengadilan Negeri Kendari.

 

Sebagian besar anggota dari TKBM (Tunas Bangsa Mandiri), versi irwan maupun versi ferry datang untuk menyaksikan persidang tersebut. tutupnya.

 

Disisi lain Rahman Pulani. SH. Selaku Penasehat Hukum dari terdakwa syarifudin, Irwan,Junudin menyampaikan bahwa.

“Kami tadi sudah melakukan sidang apa-apa saja yg di tudukan pada Klien kami, sebab dalam kacamata kami tidak dikategorikan dalam penggelapan dimana dana tersebut di salurkan kepada mandor dan diserahkan keburuh pelabuhan” ungkapnya

 

“Persoalan masalah legalitas sebelum terjadinya rapat luar biasa versi Verri kalau orang yang sudah di pecat bagaimana mereka lakukan rapat luar biasa sementara mereka tidak berwenang lagi, sehingga prodak rapat mereka dalam perspektif hukum itu cacat,Maka dari itu langkah selanjutnya kami menunggu saksi dari penuntut umum, harapan kami klien kami bisa mendapatkan kepastian hukum sebagaimana salah satunya dalam hukum adalah kepastian” Ucapnya.

 

“Selanjutnya kami akan menghadirkan kembali saksi-saksi dari pihak koperasi yang bisa mentafsirkan bagaimana rapat luar biasa satu dan rapat luar biasa dua. Kalau kami minta keterangan dari kubuh sebelah pasti subjektif adanya, begitu pula klien kami pasti juga akan membela diri. Maka yang paling pas menafsirkan itu semua terkait pihak koperasi tunas bangsa mandiri adalah pihak koperasi itu sendiri sebab netral ini adanya. Sebelumnya dinas koperasi sudah dimintai keteranganya di Polda Sulawesi Tenggara namun kami melihat keterangan subyektif tersebut tidak dipertimbangkan adanya” Tutupnya.

 

Sidang yang dilaksanakan selama 2 jam tersebut aman terkendali walaupun tadi suasana sempat memanas antara kubu penggugat dan tergugat.

 

Selanjutnya sidang tersebut akan dilanjutkan lagi pada tanggal 14 juli 2023 yang akan datang. Ucapnya.

 

 

 

 

 

Laporan : EK

iklan

Populer Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!
Close