iklan
iklan
DaerahEkonomiHukumNasional

OJK Sultra Himbau Masyarakat Lakukan Pinjaman Yang Berizin Di OJK

Dengar Audio

Kendari, Cahayasultra.com — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali memberikan informasi perkembangan terkait Industri Jasa Keuangan, Kebijakan OJK dan Waspada Invetasi Ilegal (SWI) serta Pinjol Ilegal dalam kegiatan rutin bersama media. Bicang Jasa Keuangan (BIJAK) tersebut dilaksanakan di Gedung Learning Center OJK Sultra, dan diikuti oleh 40 insan media lokal, baik elektronik, cetak dan online. Jumat (25/11/2022)

Dalam kesempatan ini juga hadir sebagai narasumber dari OJK dan Anggota Satgas Waspada Investasi Ilegal (SWI), yaitu Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara, dan Dinas Komunikasi dan Informatika Sulawesi Tenggara. Dengan mengangkat tema “Bijak Berhutang dan Waspada Penipuan Yang Berkedok Investasi”.

Kepala OJK Sulawesi Tenggara Arjaya Dwi Raya dalam pemaparannya, secara umum kinerja industri jasa keuangan sampai dengan posisi September 2022 tumbuh positif baik di industri perbankan, pasar modal maupun industri keuangan non bank (IKNB) seperti Aset tumbuh menjadi 7,51% (yoy) menjadi sebesar 42,02 T, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 10,65% (yoy) menjadi sebesar Rp29,30 T, kredit yang diberikan tumbuh sebesar 8,76% (yoy) menjadi sebesar Rp34,19 triliun dengan kualitas kredit terjaga pada kondisi yang baik tercermin dari rasio Non Performing Loan (NPL) sebesar 1,73% dibawah treshhold 5% dan loan to deposit ratio 116,69%.

Di tempat yang sama, Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Sultra, Maulana Yusup, menambahkan pada periode November 2022 Non Performing Fund (NPF) Perusahaan Pembiayaan posisi Agustus 2022 sebesar 1,69% membaik sebesar 0,38% dibandingkan posisi bulan sebelumnya yang mencapai 2,07%.

Lebih lanjut, tingkat Inklusi masyarakat terhadap produk investasi di Lembaga Jasa Keuangan Pasar Modal di Provinsi Sulawesi Tenggara mengalami peningkatan yang tercermin dari jumlah rekening investasi tumbuh 68,10% yoy dengan total rekening investasi posisi Agustus 2022 sebanyak 55.842 rekening.

Maulana juga menjelaskan, perkembangan teknologi dibidang jasa keuangan harus disikapi dengan bijak dan hati-hati. Marak penawaran pinjaman online dan investasi illegal yang dilakukan secara digital.

OJK menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk melakukan pinjaman online pada perusahaan yang telah terdaftar dan berizin di OJK.

“OJK menghimbau masyarakat untuk melakukan pinjaman online pada perusahaan yang telah terdaftar dan berizin di OJK, mengenali modus social engineering yang sedang marak terjadi serta melakukan pinjaman online dengan memperhatikan aspek kebutuhan daripada keinginan” pungkasnya.

Sedangkan untuk investasi, narasumber dari OJK, Kepolisian Polda Sultra dan Kominfo Sultra meminta masyarakat untuk memperhatikan aspek Legal dan Logis atau 2 L. Untuk informasi tersebut dapat dilihat melalui website www.ojk.go.id atau di tanyakan langsung melalui kontak 157/ WA 081157157157.

Laporan : EK

Populer Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!
Close